Posts

Showing posts from February, 2014

Clarity

Waktu itu kamu yng putus asa. Aku di sana. Kamu :  Gak tau zah, i'm hopeless Aku : Ini sudah H-1. Masa baru hopeless sekarang. Telat. Sekarang waktunya istirahat biar besok lancar ujiannya Kamu : Tapi.... Ah udahlah hopeless banget. Aku gpp deh nganggur setahun. Malu sih, cuma gpplah, ada kok temen smp aku juga yang gak akan kuliah tahun ini. Beberapa jam sebelum ujian dimulai. Aku : Heh! Semangat ya. Berdoa semoga kita dikasih hasil yang paling baik. Kamu : Amin. Kamu juga ya :-) Hari yang dinantipun tiba. Pengumuman. Kamu : Zah, aku lolos. Kamu gimana? Aku diam sebentar. Aku : unfortunetely not  Saat ini aku yang gagal. Hari demi hari aku jalani. Sendirian. Ternyata kamu gak di sini. Sibuk. Ntah dengan dunia yang mana. Dulu, kamu yang bilang, malu kalau nganggur setahun. Sekarang aku yang ngaggur setahun. Terus kamu pergi beriringan. Kamu malu sama aku yang gagal? Rasanya banyak yang hilang, ini lebih menyakitkan dari sekian b...

Waktu Kamu Pergi

Aku melihat, pada sebuah kursi dibawah rindangnya pohon di tengah taman, kamu duduk. Bukan bersamaku. Aku melihat, di sebuah cafe penyaji kopi terbaik yang terkenal di kota, kamu menyeruput habis minumanmu dalam gelas. Tapi bukan bersamaku. Aku melihat, di depan danau hijau yang dipagari alang-alang panjang, kamu tersenyum. Lagi-lagi bukan karena aku. Lalu aku melihat, di bawah taburan bintang malam dengan ribuan orang disekitar yang basah karena diguyur rintikan hujan, kamu bahagia. Dan itu bukan karena aku. Harimu sudah tidak bersamaku lagi. Kamu yang sekarang sudah bukan bagian dari aku lagi. Kamu sudah benar-benar pergi. Tapi aku? Yang sulit bukan menerima kepergianmu saat itu, tapi yang sulit adalah melihat kebersamaanmu bersama yang lain saat ini. You said, "move on". Where do i go? Uploaded on this web.

Hujan

Soreku manis sekali, Bandungku diguyur hujan. Dingin sih, tapi siapa yang nggak suka hujan? Setiap satu tetes hujan mewakili satu rindu baru, satu harapan baru, dan satu keputusan baru: pergi atau tetap tinggal. Aku suka hujan. Hujan menghapus senduku, basahnya melebihi air mataku, sehingga kalau jatuh diatas wajah, sedihku terhapus sudah. Aku suka hujan. Hujan menambah nikmat coklat hangatku disetiap tegukannya. Hangat dari asap yang mengepul dari ujung gelas menyembur wajahku. Lalu manisnya coklat mengguyur kerongkonganku, ke lambung, lalu kebagian-bagian tubuh lainnya. Hmmm, nikmat. Aku suka hujan. Karena dia akan tetap datang meskipun aku tidak sedang membutuhkannya. Aku suka hujan. karena dia tidak sepertimu. Yang pergi, lalu ntah kapan akan datang lagi. Uploaded on this web.

Jatuh

Tadi pagi gue jatuh. Persis di belokan komplek setelah pudunan. Rasanya sih bawa motor nggak ngebut, slow, bahkan seinget gue saat itu lagi ngerem karena sadar diri itu mudun dan sedang belok. Jalanan juga sepi banget, bahkan cuma gue yang lewat pagi itu. Tapi nggak tahu. Tiba-tiba licin. Terus jatoh tengkurep. Motornya ke banting ke arah kiri. Gue terkulai disebelah kanan. Saat itu, rasanya dada gue sakit banget. Belum lagi nyut-nyutan dilutut yang sudah pasti luka karena celana jeanspun sampai robek. Anehnya, gue selalu jatuh waktu gue pake celana yang itu. Huft. Gak lama mulai kerasa pedih dibagian epidermis. Agak meringis karena kaget. Shocked! Ini jatuh untuk yang ketigakalinya selama sejarah gue bawa motor sendiri kemana-mana. Jatuh. Dimanapun, rasanya tetep aja sakit. Apalagi di hati kamu. Eh. Uploaded on this web.

Sumpah Matiku

Dalam sunyi kepada sahabatnya, Zainuddin pernah bilang kalau, "Wanita hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya yang begitu kecil, tapi lupa kekejamannya kepada orang lain padahal begitu besar."  (via Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ) Dan, lelaki lupa bagaimana cara mereka menyudahi wanita. Kadang mengada-ada padahal sudah merasa bosan atau bahkan puas karena telah membuat satu wanita lagi jatuh hati pada mereka. Lelaki lupa bagaimana cara mereka mundur perlahan. Malu-malu mengucap rasa, menunda-nunda mengatakan perasaan yang ada dihati. Hingga wanita pujaannya lelah, lalu pergi bersama orang yang dianggap pantas untuk menggenapinya. Siapa yang suka menunggu? Kenapa terlalu lama mengulur waktu? Lelaki lupa bagaimana cara mereka menyembunyikan banyak hal. Bermain api dibelakang pundak wanita. Menumpuk kebohongan-kebohongan baru untuk menutupi kebohongan yang sudah terlanjur tercium baunya. Lelaki lupa bagimana cara mereka mengharapkan banyak hal. Meminta permak ra...

Sebelah

Hari ini biru. Malah agak kelabu. Rasanya dingin. Lalu sepi. Makin lama makin sadar, bahwa ada yang benar-benar hilang. Pergi? Pagi nggak lagi jingga. Malah agak sendu. Rasanya tak hangat lagi. Lau sepi. Hhh, rasanya sesak mengakui rindu ditengah rintikan hujan yang ini. Siang nggak lagi terik. Malah gak bersemangat. Bagaimana bisa tetap senyum dari ujung keujung, kalau rindu yang aku suguhkan malah ditepis begitu saja. Bayangin deh, you try to start a conversation, mencoba mengembalikan yang hilang, mencoba menghadirkan atmosfir-atmosfir masa lalu supaya rindu ini ada jawabnya. Tapi yang bersangkutan malah gak perduli. Seakan bagi dia memang nggak pernah ada yang hilang. Dulu sih bilang takut kehilangan, tapi sekarang kamu sendiri yang pergi. Cinta itu berdua, bukan sebelah kaya gini. I just try to found you, karena kamu gak bisa menyudahi semua ini gitu aja. Kalau dulu datang dengan jelas, kenapa gak ngelakuin hal yang sama ketika pergi? Sendal aja kemana-mana berdua. Masa kita ...