Minggu, 11 Juni 2017

Mark My Words






SAHUR.... SAHUR....

Sejak kuliah (which is sejak tinggal jauh dengan orang tua) aku ngerasa jadi orang yang lebih sensitive. Segala hal bakal terlihat sedih kl ada hubungannya sama keluarga, specifically, orang tua.

Dan waktu ngeliat video ini.....

Nggak tau ya, is it happen to you or not, but I literally dropped my tears tepat di menit ke 1.51 waktu moderatornya bilang “Lepaskan satu balon jika kamu ingin ajak orangtua melakukan perjalanan rohani.”

Kemellowan pun dimulai.

Guys, have you ever think bahwa selama hidup ini ternyata kita sering banget mendahulukan sesuatu yang nggak penting (terutama buat anak-anak seumuran aku misalnya. I mean, ME, MYSELF). Tanpa sadar kita suka lebih milih buat jalan-jalan sama temen di banding kumpul bareng keluarga, soalnya suka dibilang "yailah, kaya anak kecil aja nggak boleh keluar-keluar" atau disebut "anak mami", "anak papi" LAH PADAHAL MAH EMANG IYA KAN? Atau misalnya kita lebih suka ngurung diri di kamar buat nonton tv series atau main games online seharian, sibuk buka bersama di luar sambil reunian, atau bahkan some of you are ngebela-belain nabung buat kasih kado ke pacar tapi giliran ke keluarga sendiri cuma mampu ngasih kata selamat. So pathetic!

Dan seperti cerita di dalam video tersebut,
Balon yang satu per satu ditukar dengan begitu banyak keinginan.
Mereka memilih untuk melepaskannya lagi, lagi, dan lagi...
Tanpa menyadari bahwa masih banyak keinginan yang belum didapat

And sad to know bahwa ternyata keinginan lain yang belum kita dapat adalah...

Lepaskan satu balon jika kamu ingin berikan pendidikan terbaik untuk anak
Lepaskan satu balon jika kamu ingin ajak orangtua melakukan perjalanan rohani

Tanpa pernah kita sadari bahwa ada begitu banyak balon yang kita lepasin cuma buat haha-hihi bareng temen-temen atau kesenang-kesenangan lain yang sifatnya pribadi. Tanpa pernah kita berpikir sedetik aja, kalo sebenarnya balon itu bisa kita jaga buat kita terbangin ketika ada keinginan yang lebih penting. Terutama kalo menyangkut seseorang yang selalu menganggap kita istimewa, segalanya, separuh jiwanya. Orang tua.  Akhirnya apa, yang keluar dari mulut kita adalah kalimat-kalimat, "Coba aja kalo...", "Yah, andaikan...", dan "Ya ampun, harusnya tadi..." atau ekspresi-ekspresi kekecewaan lainnya seperti cemberut, nangis, dan lain-lain.
At the end, kita cuma bisa menyesal.

Well, the more I grow, the more I learn bahwa kita gak akan pernah tau berapa banyak sih balon yang kita punya dan harus kita pegang erat-erat biar gak kita lepasin gitu aja. Then mark my words: you sud start to ask your self, ada berapa sisa balon yang bisa aku tuker untuk bikin orangtuaku bahagia? Sepuluh? Lima? Dua? Atau Satu? Jangan sampai kita nyesel karena kita baru sadar kalo semua balon yang kita punya udah kita lepasin buat sesuatu yang ..................................

Papa selalu bilang,
“Bikin orang tua bahagia itu nggak harus nunggu sukses, nunggu tua, atau nunggu hal-hal lain. Lakukan secepatnya sebisa kamu, dengan hal-hal sederhana, sebelum semuanya terasa terlambat.”

Thats the point.
Karena kita gak akan pernah tau apa yang bakal terjadi besok.
Sampai kapan kita bisa melihat mereka.
Sampai kapan kita bisa berusaha untuk bikin mereka tersenyum.
Dan sampai kapan kita bakal sadar dan mulai untuk memprioritaskan mereka di dalam hidup kita. Karena itu yang udah mereka lakuin sejak kita lahir dan akan terus mereka lakuin for the rest of their live. I am one hundred percent sure, kalo semua orang tua di dunia bahkan akan menggenggam balonnya erat-erat biar gak lepas, supaya semua balonnya bisa ia tukar untuk kasih yang terbaik buat bikin anaknya bahagia. Walaupun artinya ada yang harus mereka korbankan, seperti hal-hal yang disebutin divideo itu; keinginan buat ngopi bareng temen, solo traveling buat refreshing, bahkan nabung buat urusan-urusan pribadi mereka.


That’s what I feel.

Makanya kakak bakal selalu berusaha buat bikin mama sama papa (dan naufal) bahagia,
malaikat-malaikatku yang tanpa sayap.
***

But wait!
Itu kalau videonya disangkutin sama hal yang sifatnya duniawi.

Sekarang,
anggaplah balon-balon itu adalah lima waktu sholat yang kita punya dalam sehari.
Terus, udah berapa balon yang kita lepaskan begitu saja hanya untuk menyelesaikan urusan-urusan duniawi yang sifatnya sementara?
Padahal kita udah tau dari awal, kalo sholat lima waktu tuh hadiahnya surga loh!*

Semoga Ramadhan kali ini bisa bikin kita jadi orang yang lebih baik lagi
Amin.

*nb: Pantes kan sholat lima waktu tuh susah, karena hadiahnya surga cuy. Coba kl gampang, hadiahnya kulkas kali atau kipas angin 😛



0 comment:

Posting Komentar