Senin, 01 Desember 2014

DAY 16: My Views on Mainstream Music

What mainstream is? Indonesian people sih kalo menurut gue HAHA beberapa orang (yaaa liat recent update ditimeline path aja sih) gak bisa gitu woles kalo udah ada lagu baru. Semua pasti update listening to, lalu sederet lagu seperti All Of Me, Almost Is Never Enough, Maps, Summer, dan Clarity muncul setiap hari sampe bosen barbie liatnya.

Gue sih sebenernya bukan orang yang suka dengerin lagu diwaktu-waktu luang. Makanya paling males download lagu. Gue dengerin lagu kalo tiba-tiba pengen aja dan itu pun dalam satu hari bisa dihitung jari. Gue lebih suka nonton sih. Tau lagu-lagu baru juga bukan dari radio tapi dari youtube. Kalo gak dengerin audio versionnya, ya langsung liat videonya. Jadi gue jarang update listening to dipath kaya lo lo pada yang baru lima bulan join path aja momentnya udah dua ribu -_-

Gak cuma musik, orang indonesia tuh mainstreamnya disegala bidang kehidupan (?). Baju misalnya, PARKA (omg), gaya foto diinstagram, aplikasi buat edit foto, smart phone (taulah merk apa yg inisialnya i), school bag, sepatu, dll, dll. Padahal u just have to wear what makes u good aja buat dilihat, gak mesti ikutan beli sesuatu yang orang beli :-( sedih.

Balik lagi ke musik, ada satu lagu mainstream yang bikin gue jatuh cinta sampai hari ini. Mirrors. Gatau kenapa bisa sampe kaya orang gila dengerin lagu itu. Segala jenis cover Mirrors udah gue tonton diyoutube dan ga pernah bosen.

Terima kasih kepada Justin Timberlake yang telah mengizinkan dunia mendengar lagumu yang ENTAH-HARUS-DISIKAPI-SEPERTI-APA-LAGI (lebay ya maaf). Gak apa-apa mainstream, tapi mirrors tetap dihati.

0 comment:

Posting Komentar