Jumat, 07 Februari 2014

Sumpah Matiku

Dalam sunyi kepada sahabatnya, Zainuddin pernah bilang kalau,

"Wanita hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya yang begitu kecil, tapi lupa kekejamannya kepada orang lain padahal begitu besar." 


Dan,
lelaki lupa bagaimana cara mereka menyudahi wanita. Kadang mengada-ada padahal sudah merasa bosan atau bahkan puas karena telah membuat satu wanita lagi jatuh hati pada mereka.

Lelaki lupa bagaimana cara mereka mundur perlahan. Malu-malu mengucap rasa, menunda-nunda mengatakan perasaan yang ada dihati. Hingga wanita pujaannya lelah, lalu pergi bersama orang yang dianggap pantas untuk menggenapinya. Siapa yang suka menunggu? Kenapa terlalu lama mengulur waktu?

Lelaki lupa bagaimana cara mereka menyembunyikan banyak hal. Bermain api dibelakang pundak wanita. Menumpuk kebohongan-kebohongan baru untuk menutupi kebohongan yang sudah terlanjur tercium baunya.

Lelaki lupa bagimana cara mereka mengharapkan banyak hal. Meminta permak rambut, wajah, kuku tangan dan kuku kaki. Meminta wanita mengganti pakaian sesuai yang mereka inginkan. Meminta wanita mengurangi porsi makannya, supaya lekuknya enak dilihat.

Lelaki lupa bagaimana cara mereka menyuruh wanita untuk menjadi diri yang lain, hanya untuk memuaskan keinginannya sendiri. Egois.

Lelaki lupa bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah. Hanya diam, lalu tiba-tiba pergi. Melampiaskannya pada hal-hal yang tidak masuk diakal. Mengatasnamakan perdebatan untuk mencari yang baru. Yang baru. Lalu yang lama dibiarkan terluka hatinya.

Menurutmu mana yang lebih menyakitkan?

Lelaki hanya ingat setumpuk kesalah wanita yang begitu berat dipanggul dipundak. Lelaki hanya ingat ketika wanita memutuskan untuk pergi selama-lamanya, tanpa pernah memikirkan alasan kenapa wanita pergi meninggalkannya.

Karena lelaki lupa bagaimana cara wanita mencintainya.

Selama nafasku berhembus, hanya kamu didoaku...

Cinta kan selalu abadi.
Walau takdir tak pasti, kau selalu dihati,
cinta matiku....

Hingga kamu pergipun, perasaan wanita kepadamu tidak pernah benar-benar hilang.

Sumpah mati.


3 comment:

gendut mengatakan...

saik anjirr

lolyte mengatakan...

saya suka dengan tulisannya.
serasa bahagia jika di cintai dengan sepenuh hati tanpa mengkhianati...

Fikri Maulana mengatakan...

Jarang-jarang nemu surat puitis gini, hebat kak :)

Posting Komentar