Sabtu, 22 Februari 2014

Clarity

Waktu itu kamu yng putus asa. Aku di sana.

Kamu:  Gak tau zah, i'm hopeless
Aku: Ini sudah H-1. Masa baru hopeless sekarang. Telat. Sekarang waktunya istirahat biar besok lancar ujiannya
Kamu: Tapi.... Ah udahlah hopeless banget. Aku gpp deh nganggur setahun. Malu sih, cuma gpplah, ada kok temen smp aku juga yang gak akan kuliah tahun ini.

Beberapa jam sebelum ujian dimulai.

Aku: Heh! Semangat ya. Berdoa semoga kita dikasih hasil yang paling baik.
Kamu: Amin. Kamu juga ya :-)

Hari yang dinantipun tiba. Pengumuman.

Kamu: Zah, aku lolos. Kamu gimana?

Aku diam sebentar.

Aku: unfortunetely not 

Saat ini aku yang gagal.

Hari demi hari aku jalani. Sendirian. Ternyata kamu gak di sini. Sibuk. Ntah dengan dunia yang mana. Dulu, kamu yang bilang, malu kalau nganggur setahun. Sekarang aku yang ngaggur setahun. Terus kamu pergi beriringan. Kamu malu sama aku yang gagal?

Rasanya banyak yang hilang,
ini lebih menyakitkan dari sekian banyak hal yang pernah kamu ketahui.
Kamu nggak disini, ketika aku benar-benar terjatuh.

Cause you are the piece of me, i wish i didn't need!
if our love is tragedy why are you my remedy?
Uploaded on this web.

0 comment:

Posting Komentar