Minggu, 02 Februari 2014

Bahaya Konsumsi Air Kemasan

Haduh, hampir aja telat posting lagi. Soalnya kalau hari libur jarang nangkring di rumah. Sedikit cerita, sebenernya udah gak sabar banget nulis dengan tag 30 hari menulis surat cinta ini, karena biasanya dimulai dipertengahan januari, eh, sekarang diundur jadi awal februari. Saking bersemangatnya sampe lupa posting dihari pertama, karena kejebak macet disalahsatu pusat perbelanjaan di Bandung.

Well, ini adalah surat cinta pertama dihari kedua, yang mudah-mudahan mengandung banyak informasi.
***
Dimasa yang modern dan serba canggih gini, kebutuhan manusia sudah sangat dipermudah. Mau apa-apa nggak usah repot karena sudah banyak yang instan. Dari hal-hal yang memang ribet sampai yang benar-benar simple sekarang sudah makin gampang lagi. Salahsatunya adalah air minum.

Zaman sekarang, nih, udah jarang keluarga yang masih mengkonsumsi air yang dimasak dulu. Rata-rata sudah menggunakan air kemasan yaitu air dalam galon, botol, bahkan air dalam gelas juga sudah langsung beli yang instan. Semuanya sudah banyak yang malas untuk mendidihkan air sendiri. Padahal, apakah kalian tahu bahwa mengkonsumsi air kemasan berturut-turut selama sepuluh tahun akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak? Apalagi jika pengkonsumsi air kemasan tersebut adalah anak-anak dibawah dua tahun. Kebayangkan dampak seperti apa yang akan mereka rasakan dikemudian hari karena sudah mengkonsumsi air kemasan sejak kecil.

I'm really surprized! Masalahnya aku juga salahsatu pengkonsumsi air dalam kemasan. Ternyata dampaknya begitu besar, padahal air kemasan tersebut langsung diambil dari sumber mata air. Emang iya sih langsung diambil dari sumber mata air, tapi airnya nggak dididihkan dulu. Mereka menghilangkan kuman dengan cara menambahkan bahan-bahan kimia pada air bukan dengan cara mendidihkan air. Setelah kuman dalam air hilang, air tersebut dikemas, lalu mulai diperjualbelikan.

Sayang banget ya, ternyata air kemasan yang kita kira lebih steril malah lebih beresiko untuk tubuh kita. Nah, berarti mulai dari sekarang kita harus mulai meminimalisir penggunaan air dalam kemasan dan mulai membiasakan kembali merebus air. Mungkin biayanya memang sedikit lebih mahal karena kita membutuhkan gas untuk mendidihkan air. Tapi apa salahnya sih mengeluarkan budget yang seidkit lebih besar dari biasanya untuk keamanan dan kesehatan dimasa yang akan datang.
***
Gimana nih surat cinta pertama gue, saik gak? Surat cinta kan gak melulu soal cowok-cowok full of shit diluar sana *uhuk* tapi kita juga bisa menebar cinta dari hal-hal kecil yang kita ketahui. Iya, menebar informasi adalah salah satu bukti cinta kita terhadap sesama karena dari sebuha informasilah perubahan itu terjadi.

Well, let's spread ur love to everyone dan mulai budayakan kembali memasak air minum sendiri.
 Have a nice day!

0 comment:

Posting Komentar