Senin, 27 Januari 2014

Soekarno Masih Hidup?

Barusan, guru matematika bertanya, "Kalian suka sejarah?"

Yaa kalo gak suka sejarah, gue sekarang udah move on kali, Pak.

"Kalian belajar sejarahkan? Sejarahkan sesuatu yang telah terjadi, berarti sudah pernah terjadi, apa kalian percaya sama sejarah?" Beliau bertanya lagi.

Yaa gimana gak percaya, orang gue yang ngalamin sendiri, Pak. Gue yang ngerasain gimana rasanya disudahi begitu saja. Susah kali, Pak, nggak percaya sama hal yang sudah terjadi.

"Kemarin, saya ngobrol dengan teman saya...." Beliaupun bercerita.

... Teman saya menanyakan hal yang sama seperti yang barusan saya tanyakan pada kalian. Apa kamu percaya dengan sejarah? Saya bilang, percaya. Dia mulai bertanya lagi, "Kamu tahu kalau Soekarno masih hidup?"

Saya mengerutka kening. Bagaimana bisa, seseorang yang telah dicatat tanggal kematiannya dibilang masih hidup. Bagaimana bisa seseorang yang sudah saya datangi makamnya di Blitar dibilang masih hidup. Saya menggelengkan kepala.

Lalu teman saya bilang, "Beliau masih hidup."

Hidup didalam jiwa-jiwa muda bangsa? Gue juga ikutan bingung.

"Menurut sejarah, Soekarno mati dipasung. Lalu jenazahnya dimasukkan kedalam peti dan peti tersebut dikirim ke Blitar untuk dimakamkan. Tapi sejarah menyembunyikan sebuah fakta. Soekarno tidak benar-benar mati. Dia bernafas didalam peti tersebut. Seorang ajudannya menyelamatkannya dari peti tersebut. Tanpa pengetahuan siapapun, dia mengosongkan peti tersebut dan mengasingkan Soekarno ke sebuah Desa terpencil. Ajudan tersebutlah yang merawat Soekarno hingga sekarang. Diperkirakan umurnya telah menginjak 150 tahun. Dan Soekarno tidak akan hanya diam. Dia akan keluar."

"Keluar?" Saya mengerutkan dahi. "Maksudnya?"

"Iya. Dia tidak akan tinggal diam melihat bangsanya seperti ini. Dia akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Kamu tahu bahwa Indonesia punya harta yang melimpah yang tersimpan disalahsatu bank dunia? Jika hartanya dibagikan habis pada seluruh penduduk Indonesia saat ini, masing-masing akan mendapatkan 2 milyar rupiah. Bisakah kamu menghitung seberapa fantastisnya harta yang kita miliki? Tapi bangsa asing tidak mau membiarkan Indonesia mengambil kembali kepunyaan kita. Maka dilakukanlah berbagai macam cara supaya kita tidak bisa menarik uang-uang kita."

Saya hanya mengangguk. "Kapan tepatnya Soekarno akan keluar?"

"Beliau akan keluar ketika dollar sudah mencapai 15.000 rupiah."

Nah, terserah sih kalian mau percaya atau nggak sama cerita barusan. Jujur, saya juga kaget dengernya. Tapi berdasarkan cerita tersebut, ternyata apa yang kita pelajari selama menahun itu juga belum tentu benar. Ternyata ada juga kebohongan dibalik banyak peristiwa yang sudah terjadi. Well, apakah sekarang kalian masih percaya dengan sejarah?

Yaa, Pak. Kata gue juga apa, namanya juga sejarah, sudah berlalu, lampau, basi banget. Jadi yang hilang biarin hilang, yang pergi biarin pergi. Nanti juga dateng lagi yang baru, mudah-mudahan gak full of shit. Live must go on, kan?

Eh.

0 comment:

Posting Komentar