Rabu, 13 Maret 2013

Mimpi

Jujur nih, gue paling penasaran sama yang namanya mimpi. Iya. Dari mulai kenapa mimpi bisa muncul waktu kita tidur sampai apakah ada arti tersendiri dari mimpi yang kita alami? Waktu jaman smp, sempet bulak-balik ke ruang guru dan ngobrol-ngibril sama beberapa guru juga psikolog cuma buat konsultasi tentang mimpi, baik secara ilmu maupun agama. Gak cuma konsultasi sama manusia aja, tapi juga sempet sibuk buka al-qur'an, khusyu banget baca ayat dan artinya yang berhubungan sama mimpi. Tapi yaa namanya juga maunsia, enggak ada habisnya, sampe sekarang tetep aja masih penasaran. Soalnya suka bahagiaaaaaa banget kalo mimpinya sesuai harapan, atau malah dapet mimpi diluar dugaan, tiba-tiba jadi orang kaya raya gitu, tiba-tiba jadi mahasiswi *ekhem* (sebut calon kampus), atau tiba-tiba mimpi jadi kepunyaannya gitu hahaha haha haha HAHAHAHA! -_-
***
Katanya mimpi itu ada dialam bawah sadar kita. Mimpi itu terjadi sesuai dengan apa yang kita pikirkan, tanpa kita sadari. Sebenarnya kalau kita tidur lalu bermimpi, tandanya otak kita tidak benar-benar istirahat, karena terus menerus bekerja. Makanya, tidur yang berkualitas adalah tidur yang tidak bermimpi. Ada orang yang bilangkalo kita mimpiin seseorang, berarti sebelum tidur kita mikirin dia terus sampai akhirnya kebawa kemimpi. Ada juga yang bilang kalau mimpi itu bisa jadi kenyataan, bukan kenyataan sih, tapi semacam terulang lagi tapi kitanya dalam keadaan sadar, semacam de javu, tau kan? Terus ada yang bilang kalau mimpi itu pertanda, semacam rambu-rambu (yakali lalu lintas pake dirambu-rambuin segala) supaya kita tidak pada jalan yang salah. Dan, ada yang bilang katanya mimpi itu sebagai jawaban dari Allah kepada hambanya yang meminta dipilihkan yang terbaik dari sholat istiharah.

Suatu hari, waktu galau tingkat sidang pra-peradilannya Rafi Ahmad gara-gara bingung pilih calon kampus, sholat istiharohlah sigue sebelum tidur. Dua rakaat saja. Berdoa sekhusyu mungkin kepada Allah supaya diberikan pilihan yang sebaik-baiknya, supaya tidak salah pilih, dan dimudahkan jalannya atas apa yang sudah dipilih dan nantinya ditakdirkan sebagai pilihan yang paling baik *EA*. Tidurlah si gue. Ternyata eh ternyata langsung dapet mimpi. Gue mimpi, gue lagi ngurus daftar ulang penerimaan mahasiswa baru disebuah kampus yang emang jadi alternatif pilihan gue diseleksi snmptn. Seneng bangetkan. Mungkin ini jawaban dari Allah? Well, besoknya langsung daftar snmptn dan yakin banget untuk memilih kampus itu sebagai pilihan pertama. Jujur, asalnya sempet ragu memilih kampus ini sebagai pilihan pertama, tapi setelah sholat insya Allah yakin lah dengan pilihan yang ini. Lega rasyanya hati ini. Daftar sudah, tinggal menunggu hasil yang terbaik itu.
***
Kemarin, waktu lagi nginep di rumah kakek, pas mata masih sayu antara harus bangun tidur untuk sholat dan tidur lagi karena masih amat sangat ngantuk sekali banget, ada suara orang ngomong gitu, kenceng abnget suaranya. Ooh, kakek lagi dengerin ceramah. Gak nanya deh itu ceramah dari radio, atau rekaman orang yang kemarin ceramah di tempat kakek biasa dengerin ceramah. Kebetulan banget sedang ngebahas mimpi. Iya. Mimpi meeeeen MIMPI! *pasang kuping*

Katanya speaker, mimpi itu nggak ada apa-apanya. Katanya, kalau kita mendapatkan mimpi indah, kita cukup berdoa kepada Allah supaya mimpi tersebut bisa dikabulkan. Sedangkan kalau kita mendapatkan mimpi yang buruk, kita berdoa kepada Allah supaya hal buruk tersebut tidak terjadi kepada kita. Dan mimpi itu tidak mengandung arti. Jadi kalau misalnya ada yang suka dengan sengaja mengartikan mimpi, itu sama saja dengan syirik.

Setelah ngedengerin ceramahan itu--si gue belum ngecek sampai ke ayat-ayat al-qur'an & hadist sih kemarin cuma ngedengerin informasi itu doang-- gue jadi ngerti dan ngangguk-ngangguk setuju, "Iya juga yaa". Well, sekarang, mau membahagiakan atau tidak mimpi yang datang disela waktu tidur kita, anggep aja itu fantasi. Film yang disutradarai dan dinaskahi oleh kita, lalu dikerjakan oleh otak waktu kita tidur. Bisa jadi itu adalah sebuah harapan yang kita pendam lama yang akhirnya divisualisasikan oleh otak dan ditayangkan melalui mimpi.

Kejawab tuh tentang mimpi. 
Tapi, kalau memang mimpi tidak mengandung arti apa-apa, bagaimana dengan rumor "Allah memberi jawaban untuk orang yang beristiharah itu lewat mimpi". Nanya lah sama kakek....

Zazah: "Kek, kalau misalnya kita sholat istiharah, meminta dipilihkan yang terbaik sama Allah, Allah bakal ngasih tau bahwa itu adalah pilihan yang terbaik untuk kita lewat mimpi?"
Kakek: "Nggak."
Zazah: "Terus gimana caranya Allah ngasih tau sama kita kalau itulah pilihan yang terbaik buat kita?"
Kakek: "Lewat keyakinan"
Zazah: "Keyakinan gimana?"
Kakek: "Ya kita tiba-tiba yakin kalau itulah yang harus kita pilih."
Zazah: "Tapi kemarin kakak sholat, berdoa, eh malemnya kemimpiin. Seolah-olah dikasih jawaban sama Allah"
Kakek: "Itu kebetulan."
Zazah: "Ooh, jawabannya bener-bener pyur dari keyakinan hati nurani yaa? Kemaren kakak juga gitu sih. Sejak awal, kampus ini disimpen dipilihan kedua bahkan gak terlintas untuk milih kampus ini. Tapi setelah sholat, yakin aja gitu pede naro kampus ini dipilihan pertama."
Kakek: "Ya insya Allah itu yang terbaik untuk kakak."
Zazah: "Mmmm, jadi..."
Kakek: "Jadi dimana ada keyakinan yang kuat, disitulah Allah akan menunjukkan jalan-Nya. Optimis. Allah suka orang yang berusaha"

SIAP! *hormat*

0 comment:

Posting Komentar