Rabu, 13 Februari 2013

Hi, Gbye!

Untuk Kak Iko,
Sipenuntun rindu-rinduku ke ujung hati di sudut kota.

Hi, Kak!

Kapan letih mengimpuls rindu? Pernah ingin absen? Jangan, jangan pernah, biarkan surat-suratku selamat sampai tujuan, biar tak lagi ada kecemasan. Wajar kalau tanpa balasan, seenggaknya torehan rindu itu sampai pada tempatnya. Tapi kadang.... Kakak pasti mencuri sedikit rinduku yaa? Apa jangan-jangan itu alasan kakak menjadi tukang pos? Ingin menerima rindu, mencurinya, lalu mengantarkan sisanya kepada yang dituju. Kamu kesepian kak? :))

Makasih yaa Kak, sudah dengan mulia dan tepat waktu mengantar surat berisi rindu pada yang disana. Sebabmu, rinduku menjadi berujung dan diakui keberadaannya, walau yang disana masih enggan membalas surat-suratku. Tapi aku tahu, ada seuntai senyum manis menyertainya ketika melihatmu nongol mengantarkan surat untuknya dariku. Berkatmu, cintaku tak lagi sendirian.

Sampai ketemu tahun depan ya, Kak!
Mungkin tujuannya bukan dia lagi, tapi.....

0 comment:

Posting Komentar