Sabtu, 19 Januari 2013

Surat Kecil Untuk Mama

Surat Kecil Untuk Mama,
Karena hanya kasih sayang diantara kitalah yang besar.

Ma, rasanya tak perlu banyak kata yang harus aku ungkapkan, karena tanpa bicarapun kau sudah piawai menebak raut wajahku. Tak semua isi hati bisa dengan mudah diucap kan? Maka biarkanlah ada terlalu banyak jeda, diam, lalu kau akan tahu sendiri.

Ma, Kenapa dengan aku yang serba salahpun, perasaan teramatmu tak pernah padam? Sampai mungkin air mata itu lagi-lagi mengalir karena aku, kau tetap pada kalimat ini, "Aku mencintaimu, nak."

Ma, memang aku yang bodoh karena tumbuh dewasa dengan banyak kepura-puraan. Terlalu banyak hal yang aku hindari darimu, tutupi, bahkan dengan sengaja aku belokkan alur ceritanya. Alasannya tak pernah berubah, aku hanya takut kamu marah. Karena didalam lubuk hati yang paling dalam aku berbisik, aku benar-benar takut kehilanganmu.

Ma, adakah kau merasa bosan hidup dengan aku yang begini terus tanpa pernah berubah? Merengek, mengeluh, memaksa, tanpa pernah berfikir dua kali bagaimana perasaanmu atas sikap beginiku. Giat ketika meminta, namun lelet ketika diminta. Pernahkah mama menyesal karena harus menjadi seorang ibu dari anak yang seperti aku?

Ma, aku selalu berusaha untuk menjadi lebih dari sekedar apa yang kau inginkan. Menjadi pribadi yang lebih dewasa, tangguh, dan kuat. Menjadi perempuan yang tak lagi galau menjalani hari. Menjadi seorang anak yang patut dibanggakan. Menjadi satu-satunya hal paling berharga yang tak pernah bisa kau lupakan.

Ma, ini tahun ke 44 kau diizinkan tetap hidup & menikmati karunia-Nya, bersamaku, Papa, dan Adik. Semoga Allah terus menjagamu, melimpahkan rizkimu, mengabulkan segala hal yang kau sebut dalam doa, melancarkan segala aktivitasmu, mengampuni segala dosa yang sudah ataupun belum kau lakukan, mengampuni segala kesalahan yang sengaja ataupun tidak sengaja kau lakukan, dan mempersilahkanmu untuk terus menjadi ibu terhebatku hingga mautpun tak bisa memisahkan.

Ma, terimakasih telah dengan sabar dan penuh cinta merawatku hingga aku bisa mengucap syukur pada Allah karena telah dititipkan pada Ibu yang begitu cetar membahana badai sepertimu. Maafku padamu selalu kuucap dalam sujud, semoga Allah menghapuskan dosa-dosaku padamu. Terimakasih telah menjadi mama sekaligus teman perjalanan hidup yang paling mengesankan, yang mengajarkan segala hal, yang menyadarkan segala hal, yang mengingatkan segala hal. Terimakasih telah menjadi sesosok perempuan yang tak hanya dibanggakan oleh anakmu sendiri, tapi juga oleh nenek dan kakek, oleh om dan tante, oleh teman-temanmu, oleh semua orang yang pernah bekerjasama denganmu. Dan terimakasih, atas segala hal ajaib yang kau lakukan, hingga tak lagi ada alasan bagiku untuk berhenti bersyukur karena telah dilahirkan dari rahimmu.




Ma, Selamat ulang tahun yaa. Lewat surat kecil ini aku limpahkan kasih sayangku yang teramat besar. Aku mencintaimu, Mom, terus, dan selalu  Mwah!

*Ada video ulang tahun yang aku buat, yang bisa kalian lihat di sini.*

0 comment:

Posting Komentar