Jumat, 14 September 2012

no tittle, cause i have no idea

Someday, eh somenite deng, sebuah pertanyaan liar meluncur dari pikiran gue. Dan orang pertama (sekaligus terakhir dan satu-satunya) yang tau about it adalah Nanda. Well, setelah gue tell her what i think, dia nggak punya jawaban, but she want me to read a novel by Icha Rahmanti, Cintapuccino. I'm sooooo excited to know the answer of my think there. But poor me, katanya novel itu udah nggak lagi mejeng di toko buku. Sempet bete maksimal pas tau itu, artinya gue nggak punya referensi untuk menjawab pertanyaan sekaligus pikiran liar gue itu. Tapi tapi tapiiiiiii how lucky i am, Nanda (yang baik tapi kaya combro) bersedia minjemin novel cintapuccinonya ke gue. And here i am, on the way to her home (Nggak! Gue nggak capek-capek ke Surabaya cuma buat nginjeum novel).

Beberapa hari sebelum barang sampe ke tangan gue, dia sempet nanya, "Zah, mending warna apa? Kuning, oranye, atau coklat?" Dia nanya berulang-ulang sampai galau tapi bertepuk sebelah tangan, soalnya gue lupa nggak bawa hp. Saat itu gue udah geer abis, gue kira dia mau ngasih gue karimun estilo atau honda jazz, akhirnya gue mencetuskan untuk memilih warna kuning. Supaya kece nantinya, jalan-jalan pake mobil yang dihadiahin nanda. Tapi finaly, gue membiarkan dia untuk memilih warna terbaik buat gue, karena gue akan terima barang mobil itu apa adanya.


Iya-iya. Gue baru kepikiran take some picture setelah bungkusnya berhasil gue cabik dengan tragis. 
Mau dibungkus ulang, tapi sudah terlanjur robek dan tak bisa bangkit lagi.

Pas sampe di rumah, ada sedikit kekecewaan dalam hati gue. Kalo iya dia ngirim mobil, bungkusnya nggak mungkin segede gitu. Tapi gue tetep positive thinking, mungkin STNKnya dikirim duluan. Keyh! Guepun makin on fire untuk mencabik bungkusan berwarna coklat itu lebih beringas lagi.

Mungkin gue kurang kalsium. Ada "Haha" nya lagi. Untung auto text lo nggak aktif, Nan.


 Kayanya gue karma. Kualat. Senjata makan tuan. Or anything you can say. Pada akhirnya, gue dapet bungkusan yang isinya guntingan koran. Yap, gue doyan banget ikut buang sampah kalo harus ngado sama orang. Dan sekaranglah saatnya, saat dimana gue merasakan apa yang mereka rasa. Indahnya membuang sampah *tabok nanda dari jauh*


Ngado? Apa ikut buang sampah?


Akhirnya gue purudulin, dengan tragis, kotak susu dari Madiun itu. Dan ngaborojol lah segala semestanya. Novel yang gue pinjem, ada. Uang yang dititipin, ada. But i found another things, there.

Voilla!

Banyak keheranan yang berkutat dalam otak gue. Gue bener-bener nggak ngerti itu combro di Madiun lagi ngapain, sampe harus menyertakan yang-beginian dalam bungkusannya.

Pertama, gue nggak ngerti kenapa mesti dikasih tulisan kaya gitu sama dia. Antara telat ngucapin dan kecepetan. But, i'm still happy, what ever i served from ya. Ada rencana mau gue bakar, tuh. *EH* bingkai maksudnya.

<: p="p">

Kedua, gue dikasih tasbih. Fine. Gue gonjang-ganjing. Antara disuruh menjadi wanita yg lebih beriman. Atau nyindir gue yang minim dzikir. Guepun terpukul. Terjatuh. Dan tak bisa bangkit lagi *angger*




Ketiga, gue nemu surat keselip didalem novel yang mau gue pinjem. Gue shocked. Hampir koma tiga detik. Gue dilanda kegundahan. Sebentar, gue ingin mati saja. ITU GIMANA CARA BACANYA?!

Naluri sianak alay

Perlahan, dengan perasaan teramat-sangat, gue buka surat yang dikasih Nanda. Hati langsung nggak enak. Gue tau, dalemnya, pasti nggak ada yang beres.


 
Dan ternyata bener aja. Isinya kekampretan belaka. Gue agak-sedikit-terlalu-sangat menyesal membiarkan kedua bola mata gue dengan lincah membaca kata demi kata yang dia tulis. But, you can make me lol when i read your regocnition that you is alay gal, Nan. Dan itu sudah dari lahir. Naluri emang nggak bisa bohong. Gue jadi ketular alay.

No comment. Biar Allah yang membalasnya.

Gue benci lo nan. HaHaHa


Mmmmmmmm. Sebentar. Gue nggak tau harus ngomong apa lagi. Mmmmmmmm. What ever you think about me, i realy realy happy now, with your fkng letter on my table. Sebenernya, i have something for you, but i'm too busy to finish my work. Diwaiting aja, tar kalo sudah done gue kabarin {}

By the way, Makasih buat digital tasbihnya. I hope your wish can be true, "Supaya lo nggak susah ngitung pas harus bacain doa-doa pendek yang gue kasih sebelum ujian, Zah."

 Sooooooooo BIG THANKS W/ A BIG HUG FROM ME!!!! Be normal please!! Keep in touch and do alay things yaa curut! Jangan ngepet terus. 
By the way, kok gue ngerasa gaul yaa pake ginian dari lo. Yeah.

Ribet emang. Tapi. Enjoy


Urang gaul nya? Emang!

0 comment:

Posting Komentar