Jumat, 07 September 2012

Air & Api

Barusan, untuk kesekian kalinya gue mendengar baid-baid lagu itu dinyanyikan lagi beramai-ramai. Lagunya lagu lama sih, udah nggak asing ditelinga. Awalnya biasa aja. Enjoy. Tapi seiring detik berjalan, lagu itu masuk ke telinga gue, diserap otak, lalu langsung masuk ke hati. Awalnya ikutan nyanyi, tiba-tiba bungkam, don't know what to do, inginnya nyuruh mereka diam dan nggak lagi-lagi nyanyiin lagu itu. Awalnya ceria tiada dua, sambil duduk diatas meja, dengan mulut yang meneriakkan kata demi kata dari lagu itu, tiba-tiba matung dan berhenti bernyanyi. Dag-dig-dug langsung gue denger, dunia kaya berhenti sejenak, mempersilahkan gue untuk take a breath for a while. Lalu seperti ada cairan bening yang melapisi kelopak mata gue. Hhhh inginnya ngs, engg tau kenapa. Tapi gue terlalu tegar untuk sekedar menetes didepan orang banyak.

"Mengapa kita saling membenci? Awalnya kita slalu memberi. Apakah mungkin hati yang murni sudah cukup berarti. Ataukah kita belum mencoba memberi waktu pada logika. Jangan seperti selama ini, hidup bagaikan air dan api"

Ini. Ketika kita memang benar-benar tak lagi punya alasan untuk sekedar bertukar sapa. Lo lagi ngapain?

0 comment:

Posting Komentar