Selasa, 17 Juli 2012

Your White Shoes Never Wrong

Whats wrong with me?


Bagi gue kelangsungan hidup seorang manusia ditentukan oleh manusia itu sendiri. Tapi kadang, lingkungan dan serba-serbinya mengundang orang untuk membelokkan jalannya, sehingga kebanyakan orang berpendapat bahwa hidup manusia ditentukan oleh lingkungannya. But somehow is just a little fact, not the truth. Well, keep on your way babe, don't hear their saying if their never know about ya.

Setelah gue liat, banyak banget hal-hal paling nggak penting sedunia yang dihubung-hubungkan dengan kelangsungan hidup seorang manusia. Awalnya, gue keep walking and never thinking about it, tapi setelah itu menjadi sebuah bagian dari apa yang pernah gue alami, gue jadi miris dan ngerasa ARGH! Seberpengaruh ituhkah akibatnya?!
***
Beberapa hari yang lalu, tepat ketika semua murid-murid sekolah negeri serentak masuk sekolah, gue dihadapkan dengan sebuah kesalahan yang sebenarnya nggak salah-salah amat. Gue paham, hari itu adalah hari pertama gue masuk sekolah lagi setelah sekian lama berlibur, sebagai murid yang baik, seharusnya gue patuh dong sama peraturan sekolah. Yap, gue memang anak yang patuh, tapi kemarin tuh gue bener-bener males pake sepatu warna hitam, dan lagi kepengen pake sepatu kets warna putih. Mungkin lo bisa nebak apa salah gue?

Well, guepun berangkat sekolah dengan adem-ayem. Setelah nyampe di sekolah, gue langsung caw ke kelas dan ngobrol-ngibril sama teman-teman. Ditengah perbincangan, gue ngerasa ada yang kurang. Enaknya tuh ngobrol sambil ngemil, so gue sama seorang temen gue pergi ke salah satu mini market yang tepat berada di samping sekolahan gue. Gue melenggang keluar sekolah dengan leluasa, tentram, dan damai. Tapi begitu gue balik lagi ke sekolah.... Sebuah sentakan dengan jarinya yang terangkat menunjuk kearah gue, "Heh! Heh! Itu! Kamu!" Guepun refleks membalikkan badan dan, "Ya?" Gue menoleh dengan manis (cuih).

"Warna apa sepatu kau?" Gue dan beliau sama-sama menoleh kearah sepatu nike (sensor mode on) yang gue pakai.
"Mm.. Mm.. itu" Gue mencari the most smart alibi :---p "Sepatu hitamnya masih basah, pak"
"Pergi kau ke ruang guru." Dengan kejamnya dia berkata, sambil menunjuk ke arah ruang guru.
"Tapi, pak.." Belum sempet gue kelar ngomong, udah dipotong aje
"Sudah kesana dulu!"

Well, guepun berjalan kearah ruang guru dengan lirikan matanya yang mengikuti. Setelah dia lengah, gue kabur ke kelas dengan nafas terengah-engah. Semenit kemudian, hadirlah pengumuman sekolah yang menyatakan bahwa murid yang mengenakan sepatu selain warna putih diharapkan untuk memasuki ruang piket sekarang. Saat itu gue cuma bisa duduk di koridor depan kelas, dengan kaki tertekuk, dan mulut mengunyah cemilan, semoga tuh guru nggak ngecek setiap sepatu murid nyampe ke lantai tiga. Keep woles, zazah *sambil hantem nyemil*
***
Saat itu gue tau gue salah karena melanggar peraturan sekolah mentah-mentah, tapi gue masih nggak paham dan nggak setuju dengan peraturannya, "seluruh siswa dilarang mengenakan sepatu selain berwarna hitam" Ya terus?! Sejak kapan warna sepatu bisa mempengaruhi kinerja otak manusia, sejak kapan murid yang tidak mengenakan sepatu berwarna hitam menjadi bodoh dan tidak bisa berfikir, dan sejak kapan prestasi manusia ditentukan dengan sepatu warna apa yang dia pakai.

Itu adalah secuil fakta nggak penting yang sudah dijalani oleh umat Indonesia sejak bertahun-tahun silam. Menurut gue sih, orang-orang jaman sekarang itu harusnya lebih open minded. A life goes by, coy, nggak nge-stuck disitu-situ aja. Dan sekarang dunia itu sudah sangat berkembang pesat, masa masih dirobotin sama peraturan tidak berpengaruh itu sih? Toh, negara-negara maju di Eropa dan Amerika bahkan nggak punya seragam khusus untuk muridnya, muridnya bebas berekspresi dengan beragam baju warna-warni dan sepatunya yang dia kenakan. Dan terlihatkan sekarang, negara mana yang lebih maju? So, itu adalah bukti bahwa warna sepatu yang dikenakan tidak akan mengganggu pembelajaran manusia. Nggak usah banyak mengekang kenapa sih? Make it simple aja, bebaskan. Supaya hidup sama-sama enjoy.

Well, disini gue cuma mau berbagi pengalaman dan menyebar hasil pemikiran gue aja sih, bukan untuk mengajarkan pada kalian bagaimana cara gue melanggar. Gue harap sih, apa yang gue tabur disini ada benarnya, bahwa hidup ditentukan oleh orang itu sendiri, bukan oleh baju apa yang dia kenakan, tas apa yang dia kenakan, serta sepatu warna apa yang dia kenakan. So, make a changes guys, not war.

0 comment:

Posting Komentar