Kamis, 12 April 2012

Kepo oh Kepo (⌣́_⌣̀)

Hi, guys, how are you? Woy! How are you? (plis, gue Cuma butuh jawaban standar doang kok, I’m fine thank. And you?) Yes, I’m fine too BIG THANK YOU :p

Skip. Kayaknya gue udah amat-sangat-super ngaco deh ngomongnya. Terlalu banyak basa-basi dan jadi nggak to the point. Okay, lets talking about our issue.

KEPO. Do you know it? It means you so want to know about someone life, ikut campur urusan orang, dan nggak bisa diem dan berhenti untuk bertanya-tanya segala macem hal about her/his life. Sebenarnya kepo ini berasal dari kata "Kaypoh" yaitu dari Bahasa Hokkien yang banyak dipakai di Singapura dan sekitarnya (dikutip dari majalah Gogirl! Edisi ke 78, bulan juli 2011). Naaaaaah, adapun kepo adalah singkatan dari Knowing Every Particular Object, yang artinya yaa itu tadi, pengen tau aja urusan orang lain.

Sebenarnya nih, a judgement “kepo” kepada seseorang ini berkonotasi negative, secara yaa itu artinya tanpa sengaja lo ngatain temen lo yang selalu ingin tahu urusan lo. Sometimes it could be annoyed for you, tapi kadang lo juga harus terbiasa dengan kekepoan temen-temen lo yang pasti ada sebabnya.

Pertama, mungkin lo adalah the most famous people in the class, school, or anywhere your social grup, so jangan kaget kalau ternyata banyaaaaaaaaaaak banget rakyat-rakyat yang selalu kepengen tau tentang hidup lo. Ntah kehidupan cinta, pertemanan, masalah nilai-nilai akademis lo, dan banyak hal lain yang bisa jadi bahan kekepoan orang-orang kepo.

Kedua, mungkin lo juga udah dicap sebagai anak yang selalu punya hot news, gossip, and tranding topics yang bisa bikin conversation seru dan menjadi puanjaaaaaaang. Ntah on social media, di tempat biasa lo dan temen-temen se geng lo nongkrong, atau mungkin via sms? Semua orang bakal nungguin berita dari lo. Jadi kalau lo terlihat punya something new for talking about it, mereka bakal nyerbu lo dan nimpuk lo dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

“Eh gimana kabar si ganteng bermotor ninja itu?” or “Emangnya bener ya kalau si ketua osis kita itu baru aja putus sama pacarnya?” dan yang parahnya lagi, “Ceritain dong tentang….” Lo mesti lebih banyak meluangkan waktu lo hanya untuk menjawab kekepoan bangsa Indonesia ini. Huff!

Dan yang ketiga, mungkin nih, sekarang waktunya untuk lo introspeksi diri lo. Inget pepatah, “Nggak aka nada asap kalau nggak ada api” Soooo, mungkin mereka juga kepo sama lo karena lo juga biasa kepo sama mereka-mereka semua. Seperti hukum karma mengatakan bahwa semua perbuatan kita akan dibalas. Hahaha. Makanya kalau nggak mau dikepoin orang, lo juga jangan melulu kepoin orang dong.

Awalnya sih begitu. Rada nyelekit kalau dikatain kepo, atau gue sendiri yang ngatain orang kepo. Tapi seiring berjalannya waktu dan faktor terlalu seringnya gue dapet kalimat seperti ini,

“Zazah kepo yaa.”

Or “Ih zazah kepo deh”

And "Zaaaaaaaaaaaaah kepo amat seeeeeeeh?"

Gue jadi terbiasa sama julukan itu. Dan ntah bagaimana-kumaha-how gue jadi enjoy aja tuh :p Lagian, semakin sering orang ngatain gue kepo, maka semakin sering juga gue ngatain orang kepo. Berbanding lurus aja. Make it simple B)

Dan karena faktor-faktor diatas, sekarang gue jadi hobi banget nagtain orang kepo. Misalnya, gue lagi ngerjain tugas matematika (eh, gue serasa gaya banget disini, gue ngerjain soal matematik men. Plis, lo harus setuju sama gue bahwa ketika gue ngerjain soal-soal itu, gue adalah orang yang amat-sangat-ter-gaya. Okay?) terus temen gue tanya,

“Zah, ini gimana cara ngerjainnya?”

Spontan gue jawab, “Ya gitu sih, aduh kepo banget deh?” Padahal nggak ada salahnyakan dia nanya begitu?

Atau misalnya, temen gue baru aja pergi ke kelas sebelah buat (gue juga nggak tau dia habis ngapain) terus dia balik ke kelas dan duduk disamping gue. Nah, kalau lo kepo-ers sejati, lo pasti tau hal apa yang pertama kali gue lakuin ketika temen gue yang baru dateng itu duduk disamping gue. Yap! Gue bertanya,

“Habis ngapain disana?”

Dan lo juga pasti tau apa jawaban temen gue. Yap. Tepat sekali. She said, “Ih kepo amet sih?”

Semua orang gue katain kepo, semua jenis pertanyaan juga gue anggap sebagai berbagai macam jenis kekepoan masyarakat, sekalian aja gue sendiri juga gue katain kepo.


Segitu deh tentang dunia perkepoan Indonesia. Tapi tapi, tunggu dulu, sebelum kita mengakhiri perbincangan kita kali ini, alangkah baiknya jika kita semua mengadakan pengetesan, SEBERAPA KEPO KAH GUE? Okay, let’s try it guys!

0 comment:

Posting Komentar