Rabu, 24 Agustus 2011

Karena Itu, Aku Benci Menunggu

"Cintai aku sekali lagi saja"


Aku tau bahwa diriku tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, karena yang sempurna hanyalah Tuhan semesta alam yang menciptakan aku dan kamu. Juga cinta diantara kita. Dan aku memang bukan seorang perempuan yang penuh dengan kejutan disetiap harinya.
Kau harus menyadari, memahami, dan menerima keadanku, aku hanyalah perempuan pemalu yang tidak banyak bicara. Tapi kata orang daya tarikku hanya satu, aku sangat cantik.

***
Saat itu aku menunggumu di lapangan basket tempat kita biasa bertemu, tapi kamu sedang tidak tepat janji. Batang hidungmu samasekali tidak tampak diujung manik mataku. Tapi aku tak putus asa, aku terus menunggu kedatanganmu seperti yang kau janjikan dua hari sebelum hari ini. Ada kejutan. Katamu.

Ternyata kau terlalu lama, hingga hujan menyapu diriku dan matahari yang mengalah dan memilih bersenyembunyi dibalik awan-awan putih itu memaksaku untuk pergi. Aku pergi meninggalkan tempat itu. Aku berjalan sambil menatapi dedaunan yang terbaring lemas diatas genangan air hujan.

Lalu tanpa sengaja, dibawah pohon besar yang rindang, kau tampak dengan sesuatu yang kau sebut "kejutan". Kamu mendekap seorang gadis cantik dalam pelukanmu. Kamu melindunginya. Menghangatkannya. Dan kamu terbuai, hingga kamu mencampakkan aku.

Perempuan itu menyerahkan segala raganya hanya untukmu--saat itu. Dia cantik, seorang gadis hitam manis berkacamata yang sangat aku kenal dekat. Molly. Kakak kandungku yang sejak tadi pagi meminta Mama untuk mengizinkannya pergi--pergi bersama kekasihku. Ntah sejak kapan mereka saling mengetahui satu sama lain.

Ternyata.... Cinta tak mengenal ikatan apapun. Yang cinta inginkan hanyalah bersatu. Tidak perduli dengan siapa.

^^ (ikutan fanpage's writing challenge yang diselenggarain Gagas Media)

0 comment:

Posting Komentar