Jumat, 19 Agustus 2011

Kangen

Bintang-bintang itu terkapar dilangit dengan mukanya yang berseri-seri. Mereka menghiasi malamku yang galau, merubah segala penat yang aku rasakan menjadi lebih cerah dengan sinarnya. Sang bulanpun tak mau kalah, dia tersenyum malu-malu dibalik kapas tipis yang samar-samar terlihat. Aku merebahkan tubuhku sejenak diatas kasur empuk disebelah jendela yang menghadapkanku langsung kepada mereka--para penghuni langit malam yang sedang berpesta walau dalam diam.


Aku tersenyum. Sejenak, ku pandangi seorang perempuan cantik yang terbaring tepat disampingku. Mama nampak letih, namun masih semangat menemaniku mengerjakan tugas-tugas sekolah sampai ia tertidur pulas. Tak apa.

Mamaku orang sibuk. Tak jarang ia meninggalkanku dirumah hanya untuk kepentingan pekerjaannya. Hal itu membuatku rindu. Rindu akan keberadaannya disampingku, rindu akan segala kasih sayang spontannya, dan demi Tuhan, aku sungguh merindukannya. Hmmm, begitu terus, berangan-angan untuk bisa berada sangat dekat dengan Mama. Sedih sih, tapi.... Aku tidak bisa menawar.

Malampun semakin larut, mungkin para penghuni langit sudah akan mengakhiri pestanya. Aku menutup laptop dan dengan paksa menyudahi aktivitasku karena sudah terlalu malam, dan ragaku sudah terlalu letih.

Mama masih tertidur pulas disampingku. Aku gemetar. Ku kecup keningnya dengan setetes airmata rindu penuh cinta. Lalu aku memeluknya erat, semakin erat, bahkan sangat erat.

"Tetaplah disini, mom, disampingku." Batinku.

Itu adalah momen yang aku tunggu-tunggu, satu-satunya momen yang dapat menghapus segala lukaku, menghapus semua memori menyakitkan, dan menjawab segala rindu yang selama ini menyelimuti pikiranku. Sekarang semuanya terasa sangat berbeda

"Malam itu, untuk pertama kalinya, aku tak merasa sendirian."
^^ (ikutan fanpage's writing challenge yang diselenggarain Gagas Media)

0 comment:

Posting Komentar