Kamis, 14 Juli 2011

Penatku Terbuang Sudah

Guys, sampah itu nggak cuma ada dipekarangan rumah kita aja, tapi tubuh kita sendiri juga punya sampah. Ampas makanan yang sudah tidak dibutuhkan tubuh adalah fases, dan fases tersebut dikeluarkan lewat anus. Hem, aku yakin kalian pasti lebih pinter tentang sistem percanaan, iya kan? Jadi kita skip aja yaaaaa...

Sampah yang menumpuk ditong sampah saja kalau tidak langsung dibuang pasti menimbulkan bau tak sedap, annoying banget kan? Coba bayangin kalo sampah yang ditubuh kita itu tersendat dan tidak bisa dikeluarkan, apa rasanya ya?

Hem, aku punya ceritanya!
Liburan kenaikan kelas tahun ini terasa beda dan lebih berarti. Aku bersama mama dan ketiga temanku pergi berlibur ke pedalaman tasik. Nama desa yang kami kunjungi adalah desa Cipatujah. Selain untuk berlibur dan menikmati pantai yang indah didaerah tersebut, tujuan utama kami kesana adalah untuk sharing kepada teman-teman sebaya yang sekolah didaerah tersebut tentang kebiasaan kita sehari-hari dengan keadaan yang berbanding terbalik dengan mereka.

Sebenernya disana nggak primitive banget. Buktinya mereka masih punya minat untuk sekolah, berorganisasi, dan banyak hal lainnya. Dan yang bikin menakjubkannya lagi, walaupun daerahnya terpencil, susah mendapat akses untuk kemana-mana, dan susah sinyal, tapi gadget seperti hand phone dan camera digital tetap bisa dioperasikan disana. Hebatnya anak-anak disana.

Tapi ada yang bikin aku miris. Kalau rata-rata anak sana punya hand phone, kenapa mereka nggak punya MCK? Buat aku MCK (atau yang biasa kita sebut toilet) itu penting banget. Selain tempat untuk sekedar cuci kaki atau mandi, MCK juga tempat melepas "penat". Yaa... "Penat" si sampah tubuh yang harus kita buang itu (Maksudnya fases, aku menyebutnya si "penat" hehe).

Aku ngalamin satu hal menyakitkan disana (lebay banget sih zah?). Aku yang biasa buang air besar sehari dua kali, tiba-tiba harus merubah kebiasaanku untuk beberapa hari saja. Aku menahan "penat" itu selama satu hari penuh. Bisakah dibayangkan seberapa sakitnya perutku saat itu? Rasanya sakit bangeeeeeeeet! Aku sampai nggak minat buat ketawa atau mengikuti games yang sedang diadakan disana.

Sebenarnya ada beberapa pilihan tempat buatku untuk melepas "penat". Pilihan pertama, aku membuang sampah tubuh itu di kolam ikan. Jadi sampah-sampah yang aku buang itu nantinya dimakan ikan. Terus nanti ikannya dimakan sama warga disana. Idih jijik banget (sepertinya itu bukan pilihan yang harus kamu pilih, zah). Sementara piilihan kedua, aku harus menggali tanah dan melepaskan "penat" tersebut disana. Tapi kalau ntar ada yang ngegali gimana? Atau nantinya bau kerumah warga gimana? Aduh nggak banget deh. Dan pilihan yang terakir, aku buang air besar di semak-semak. Ampun deh itu bukan sebuah pilihan!

Karena nggak ada opsi yang memungkinkan bagiku, akhirnya aku memutuskan untuk terus memendam "penat" itu jauh-jauh dilubuk hati. Walaupun itu sangat menyiksa dan menyakiti tubuhku. Setelah seharian penuh menahan segala "penat" yang ada (caelah haha), tepatnya saat jam makan siang, ada panitia yang membawa kabar gembira buat aku.

"Pengumuman!" Wajahnya membawa antusianisme yang tinggi (bagiku)
"MCK kita sudah jadi! Siap menopang berat 80kg lebih."

Tahukan kamu bagaimana leganya hatiku? Mataku berbinar, mulut aku tersenyum, hati jadi damai, rasanya semberingah? "HOREEEEEE! /(^,^)/" Aku seneng banget. Akhirnya "penat"ku ini bisa dilepaskan. Aku langsung berdiri dan menuju ke MCK yang baru banget jadi.

(skip)

Akhirnya....... Beres juga! hihi :3 rasanya? LEGAAAAAAA!
Tuh buat teman-teman, kalau sakit perut mending langsung dibuang aja, jangan ditahan-tahan, sebelum kalian bener-bener ngerasain situasi seperti aku yang nggak ada media (caelah media haha) buat ngebuang itu semua.

Eh, ada yang membanggakan loh. Aku adalah orang pertama yang menggunakan MCK di desa tersebut B) hahay. Hem, apa aku masih bisa menoreh "penat" di desa Cipatujah untuk yang kedua kalinya? Hahaha. Tunggu aku yaaa teman-teman.

1 comment:

diekrana mengatakan...

Ha..ha...ha... ko bagian tokeknya gak diceritain? eh ceritakan juga dong bagian lainnya, misal pendapatmu tentang kondisi alam dan fisik di sana. Pendapatmu tentang hal yang bisa jadi pembelajaran penting untuk kehidupanmu ke depan... n jangan lupa juga perjalanan dengan elep ajaib yang bisa ngangkut orang sekampung... n finally rencana bersama ke depan seperti apa?
Keep going writing as a part of your expression... most of all I like it...

Posting Komentar