Minggu, 17 Juli 2011

Alphard dari Abad Kesembilan Belas

Teman-teman, liburanku kali ini terlalu asik untuk dipendam sendiri, tapi juga terlalu panjang untuk diuraikan dan dibagikan kepada sesama. Hem, karena aku bukan orang yang egois (ehe ehe) jadi aku akan membagi kisah liburanku kemarin dalam beberapa cerita. Supaya tidak nampak membosankan. Hihihi.
***
Tekadku, mama, dan ketiga temanku sudah bulat. Apapun yang terjadi, bagaimanapun keadaannya, dan siapapun mereka, kita tetap akan pergi! Sesungguhnya ini termasuk trip yang mendadak. Kita baru aja ketemu dua hari, eh, kita udah disuruh bikin acara. Jadi acaranya masih agak abstrac. But it's not big problem. Kita tetap mau pergi!

Pagi-pagi sekali aku udah dibangunin sama mama. Malu dong kalau bangun siang, sedangkan yang punya rumahnya saja sudah bangun sejak subuh. Yups, aku numpang, hihi. Numpang tidur di rumah neneknya Azmi dan Adry.
***
"Mau pergi naik mobil avanza? Ataun naik Alphard?"
Kalau kalian disodorkan pertanyaan seperti itu, kalian bakal pilih yang mana? Hem, tanpa harus dipastikan, kalian pasti pilih Alphard (yaiyalah). Begitu juga dengan aku.

Taunya Alphard ini beda, Alphard ini dikirim langsung dari abad ke sembilan belas. Mungkin bukan murahan atau tidak berkwalitas, tapi antik, unique, dan bersejarah (yaa anggap sajalah begitu)

Jalan yang penuh liku-liku membuat aku dan teman-teman merasa pusing dan tidak nyaman. Belum lagi mobil antik yang ini sangat sarat akan yang namanya AC. Kebayangkan gimana mualnya? Jalanan yang berliku harus ditempuh tanpa musik (Maklum, saking antiknya, radiopun belum diciptakan dimobil ini) dan tanpa AC.

Aduh, perjalanan yang melelahkan bersama Alphard dari abad ke sembilan belas :D

***
Akhirnya sampailah kita disebuah pantai yang indaaaaaaaaaaaah banget. Sebelum pergi ke desa Cipatujah, kita disuguhi pemandangan yang indah di pantai ini untuk sedikit me-refresh otak yang mungkin saja sudah lelah. Huh, rasanya bokong ini panas sekali. Karena jok yang aku dudukin itu sama sekali nggak empuk. Setelah sampai di pantai (ntah apa namanya) aku dan teman-teman main air. Terus seperti biasalah, foto-foto. Karena sayang sekali jika pantai seindah ini hanya disimpan dimemori otak saja.
***
Haripun berlalu, kegiatan yang aku selenggarakan di desa Cipatujahpun hampir usai. Tiba-tiba, A Usep (yang nyetir mobil Alphard) menghampiri aku, mama, dan teman-temanku yang sedang bercanda gurau.

A usep: "Sebelumnya saya mau minta maaf sama kalian semua, karena telah mencelakakan kalian."

Kita semua: *mengerutkan dahi* "Hah?"

A Usep: "Iya, saya hampir saja menghilangkan nyawa kalian semua. Sekali lagi saya minta maaf."

Mama: "Ini ada apa sih?"

Kita semua diselimuti tanda tanya besar ?
Sebenarnya ada apa sih? Rasanya terlalu lebay ekspresi yang digunakan A Usep untuk mengungkapkan rasa bersalah itu, sampai bilang bahwa akan mencelakakan nyawa kita. Aduh......

Akhirnya A Usep-pun membeberkan ceritanya (jeng jeng)

"Jadi begini, Alphard yang kita pakai itu sudah benar-benar hancur dan rusak parah. Selain nggak ada radio, AC, dan joknya nggak enakeun, mobil ini sudah lebih dari kacau. Bayangin aja yaa, kalau kita belok ke kiri, dia malah belok ke kanan. Begitu juga kalau kita belok ke kanan, eh malah jadi belok ke kiri."


Ntah ekspresi yang bagaimana yang harus kami keluarkan.

"Belum selesai."
A Usep memotong pembicaraannya (jeng-jeng. Rasanya deg-degan nih).

"Maaf banget yaa semuanya, maaf banget yang sebesar-besarnya. Mobil itu juga nggak ada rem nya!"

Big Oh My God *mata terbelalak*

"Sebenarnya, sih, ada remnya, tapi harus di injak tiga kali baru bisa ngerem. Maaf pisan nyaaaa, maaaf."

Rasanya ingin melayang. Kalau saja A Usep bilangnya di awal, aku nggak akan mau deh pergi naik mobil itu. sekalipun itu mobil Alphard! (dari abad kesembilan belas) Huh. Tapi untung saja Allah menyelamatkan kita, akhirnya kita sampai dengan selamat.

Eh, guys, ada yang mau nongol nih di bawah! Hihi


Ini dia Alphard yang sedaritadi aku omongin, Alphard unique dari abad kesembilan belas (y)

Itu ceritaku bersama Alphard dari abad kesembilan belas. Apa ceritamu? :D

0 comment:

Posting Komentar