Minggu, 06 Juni 2010

Seorang Anak Dilarang Berjilbab oleh Orangtuanya

Ada seorang temanku yang suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah kokoh, diapun pergi ke toko muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman aku itu orangnya stylish abeeeez) diapun pulang ke rumah dengan hati sukacita.

Sesampainya di rumah, dengan rasa bangga, dia mengenakan jilbabnya. Berniat memamerkan baju-baju barunya, dia keluar dari kamarnya. Dan ketika kedua orang tuanya melihat penampilan dia yang baru, mereka langsung menjerit.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH?!"

Tak disangka-sangkah, mereka bahkan murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya. Anak itu merasa terpukul sekali...
Bayangkan: ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Padahal, niat dia itu menuai kebaikan, menutup aurat, dan melaksanakan perintah Allah sebagaimana mestinya.

Tapi sianak mencoba berpegang teguh pada keputusannya, dia tetap akan mengenakan jilbabnya, tak perduli dengan pertentangan dari kedua orang tuanya. Akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang tua dan anak bila dia tetap ngotot mengenakan jilnan. Dia malah tidak akan diakui sebagai anak untuk selamanya, bayangkan, SELAMANYA! Bila dia tetap menggunakan jilbab.

Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang paling malang nasibnya. Namun dia tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara kepada orang tuanya tentang keteguhan hatinya untuk mengenakan jilbab. Namun apa daya sang gurupun menolak.

Lalu dia mencoba untuk berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orang tuanya agar dia diizinkan memakai jilbab... And what the result his get? BIG ZERO! Sang ustad juga menolak mentah-mentah permohonan anak itu.

Setahuku, belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu. Sekarang, dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorangpun mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab.

Akirnya dia memutuskan untuk menggunakam truf terakhir. Dia berkata papa orangg tuanya,

"Ayah dan ibu yang saya cintai. Dengarkan saya baik-baik. Saya akan tetap memakai jilbab ini. Kalau masih juga tidak diizinkan, saya akan bunuh diri!!"

Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu. Akirnya sambil menghela nafas panjang, si ayah berkata dengan lirih,

"YANTO, YANTO! Nek wong wedok sak karepe ngono! Kowe lanang la'kok nganggo jilbab?!"


It means: "Yanto, yanto! Kalo anak perempuan sih terserah! Kamu kan laki-laki, kok pake jilbab?!"
Hehehe serius banget lo bacanya! Huahaha

0 comment:

Posting Komentar